
Mempertahankan kualitas pendidikan dan konsistensi (istiqamah) para pengajar menjadi kunci utama keberhasilan pendidikan di lingkungan pesantren. Guna memastikan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berjalan optimal, pengurus Madrasah Diniyah (Madin) Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro menggelar rapat evaluasi pekanan pertama, Sabtu (25/7/2026).
Rapat evaluasi yang dipimpin oleh Ust Mugist ini berlangsung hangat dan khidmad di Ruang Rapat Sekretariat Madin (sebelah Ndalem) mulai pukul 16.00 hingga 17.00 WIB. Pertemuan tersebut dihadiri jajaran ustadz dan ustadzah pengampu, di antaranya Ust Afifi, Ust Zaidun, Ust Risyanto, Ust Nopal, Ust Imam, Ustzah Hanifah, Ustzah Izza, Ustzah Nusaibah, Ustzah Isna, Ustzah Nova, Ustzah Nailil, dan Ustzah Maghfiroh.
Istiqamah sebagai Ruh Pendampingan Santri
Secara umum, pelaksanaan KBM Madrasah Diniyah pada pekan pertama berjalan lancar dan kondusif. Kendati demikian, forum menyepakati pentingnya pemantauan secara ketat pada awal tahun ajaran.
Selama satu bulan pertama, evaluasi akan dilaksanakan secara rutin setiap pekan (sebanyak empat kali). Setelah sistem KBM berjalan lebih stabil, evaluasi akan disesuaikan menjadi berkala, minimal dua minggu sekali.
“Evaluasi rutin ini tidak hanya bertujuan untuk mengidentifikasi kendala teknis, tetapi juga menjadi sarana kita bersama untuk menjaga istiqamah seluruh pengajar dalam menjalankan amanah pembelajaran di Madrasah Diniyah,” ujar pimpinan rapat dalam forum tersebut.
Penguatan Pengajian Bandongan dan Pembagian Kelas
Dalam kesempatan tersebut, forum menetapkan skema penguatan pengajian kitab model bandongan yang dilaksanakan pasca-Salat Maghrib hingga menjelang Isya. Untuk menjaga ketertiban, seluruh santri diwajibkan membawa kitab sejak berangkat salat berjamaah di masjid agar dapat langsung menuju lokasi pengajian tanpa jeda.
Adapun pemetaan dan lokasi kelas pembelajaran telah disepakati sebagai berikut:
- Kelas I’dad: Sebanyak 31 santri bertempat di Aula Utama.
- Kelas Awaliyah: Sebanyak 35 santri bertempat di Gazebo Dalam (MI).
- Kelas Wustha dan Ulya: Sebanyak 30 santri bertempat di Ruang Kelas Lantai 1 Gedung Utara SMP Diponegoro.
Kultivasi Akhlak dan Keterampilan Santri lewat Muhadharah
Selain penataan KBM reguler, rapat evaluasi ini juga menyoroti pentingnya pembekalan keterampilan praktis keagamaan bagi santri. Forum menyepakati pembentukan kegiatan Muhadharah sebagai wadah gemblengan santri dalam menguasai tradisi keagamaan masyarakat, seperti latihan Tahlil, Khutbah Jumat, dan Dibaan.
Guna menjaga keseimbangan antara akademis dan pengembangan minat-bakat, kegiatan ekstrakurikuler disepakati untuk dilaksanakan pada akhir pekan (Sabtu pukul 09.00โ17.00 WIB dan Ahad pukul 10.00โ17.00 WIB) agar tidak mengganggu ketenangan KBM reguler.
Kedisiplinan dan Layanan Pembelajaran
Beberapa catatan penting yang menjadi perhatian bersama meliputi peningkatan kedisiplinan pengajar dan sinkronisasi jadwal dengan kegiatan kemasyarakatan. Pihak madrasah mengimbau para asatidz untuk meminimalisasi keterlambatan serta mengomunikasikan penugasan jika ada benturan jadwal kegiatan di masyarakat.
Kedisiplinan santri juga ditegaskan kembali. Madrasah tidak memberikan toleransi bagi santri yang tidak mengikuti pengajian tanpa alasan yang mendesak. Khusus bagi santri jenjang SMK yang tengah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), pihak pengurus terus membangun komunikasi dan koordinasi dengan instansi DU/DI agar kedatangan santri tetap terpantau dan terfasilitasi.
Dari sisi penunjang, kerapian administrasi seperti penyediaan rak khusus jurnal KBM, ketepatan pemukulan bel pembelajaran, ketersediaan sarana kelas (spidol dan papan tulis), serta kebersihan lingkungan madrasah menjadi komitmen bersama yang langsung ditindaklanjuti demi menciptakan suasana mengaji yang nyaman dan berkesan.*(rdp)