62851-7979-1926
info@ponpesdiponegoro.com
๐Ÿ” Pencarian Cepat

Cari Berita & Artikel

Temukan informasi terbaru seputar pondok pesantren, santri, kegiatan, artikel, dan pengumuman resmi.

Amalan-amalan Sunnah Penambah Kesempurnaan Ibadah Puasa Ramadan
Amalan-amalan Sunnah Penambah Kesempurnaan Ibadah Puasa Ramadan
Fri, 14 March 2025 2:07
njaxmte3ndewmjgxmzk_1741402645

Ramadhanย merupakan bulan yang istimewa, banyak umat Islam meningkatkan ibadahnya di bulan suci Ramadhan. Pada bulan tersebut umat Islam diwajibkan berpuasa bagi yang mampu.ย Puasa Ramadhan, selain di dalamnya terdapat syarat dan rukun yang mempengaruhi pada keabsahan puasa itu sendiri, juga terdapat beberapa kesunnahan.

Meskipun tak sampai merusak keabsahan ibadah bila dilewatkan, amalan-amalan sunnah pada puasa Ramadhan tidak boleh diabaikan apalagi terlewatkan. Hal ini demi tercapainya keutamaan dan kesempurnaan puasa Ramadhan yang dilaksanakan.

Berkaitan dengan ini, Imam Ibnu Qasim Al-Ghazi telah merincinya kepada kita semua dalamย karyanya kitabย Fathul Qaribย pada ibarah di bawah ini:

(ูˆูŽูŠูุณู’ุชูŽุญูŽุจูู‘ ูููŠ ุงู„ุตูŽู‘ูˆู’ู…ู ุซูŽู„ูŽุงุซูŽุฉู ุฃูŽุดู’ูŠูŽุงุกูŽ) ุฃูŽุญูŽุฏูู‡ูŽุง (ุชูŽุนู’ุฌููŠู’ู„ู ุงู„ู’ููุทู’ุฑู) ุฅูู†ู’ ุชูŽุญูŽู‚ูŽู‘ู‚ูŽ ุงู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ุบูุฑููˆู’ุจูŽ ุงู„ุดูŽู‘ู…ู’ุณู ููŽุฅูู†ู’ ุดูŽูƒูŽู‘ ููŽู„ูŽุง ูŠูุนูŽุฌูู‘ู„ู ุงู„ู’ููุทู’ุฑูŽ ูˆูŽูŠูุณูŽู†ูู‘ ุฃูŽู†ู’ ูŠููู’ุทูุฑูŽ ุนูŽู„ูŽู‰ ุชูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุฅูู„ุงูŽู‘ ููŽู…ูŽุงุกู

(ูˆูŽ) ุงู„ุซูŽู‘ุงู†ููŠู’ (ุชูŽุฃู’ุฎููŠู’ุฑู ุงู„ุณูŽู‘ุญููˆุฑู) ู…ูŽุงู„ูŽู…ู’ ูŠูŽู‚ูŽุนู’ ูููŠู’ ุดูŽูƒูู‘ ููŽู„ูŽุง ูŠูุคูŽุฎูู‘ุฑู ูˆูŽูŠูŽุญู’ุตูู„ู ุงู„ุณูŽู‘ุญููˆู’ุฑู ุจูู‚ูŽู„ููŠู’ู„ู ุงู„ู’ุฃูŽูƒู’ู„ู ูˆูŽุงู„ุดูู‘ุฑู’ุจู (ูˆูŽ) ุงู„ุซูŽู‘ุงู„ูุซู (ุชูŽุฑู’ูƒู ุงู„ู’ู‡ูŽุฌู’ุฑู) ุฃูŽูŠู ุงู„ู’ููุญู’ุดู (ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ูƒูŽู„ูŽุงู…ู) ุงู„ู’ููŽุงุญูุดู ููŽูŠูŽุตููˆู’ู†ู ุงู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ู ู„ูุณูŽุงู†ูŽู‡ู ุนูŽู†ู ุงู„ู’ูƒูŽุฐูุจู ูˆูŽุงู„ู’ุบููŠู’ุจูŽุฉู ูˆูŽู†ูŽุญู’ูˆูย ุฐูŽู„ููƒูŽ ูƒูŽุงู„ุดูŽู‘ุชู’ู…ู ูˆูŽุฅูู†ู’ ุดูŽุชูŽู…ูŽู‡ู ุฃูŽุญูŽุฏูŒ ููŽู„ู’ูŠูŽู‚ูู„ู’ ู…ูŽุฑูŽู‘ุชูŽูŠู’ู†ู ุฃูŽูˆู’ ุซูŽู„ูŽุงุซู‹ุง ุฅูู†ูู‘ูŠู’ ุตูŽุงุฆูู…ูŒ ุฅูู…ูŽู‘ุง ุจูู„ูุณูŽุงู†ูู‡ู ูƒูŽู…ูŽุง ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ูˆูŽูˆููŠูู‘ ูููŠ ุงู„ู’ุฃูŽุฐู’ูƒูŽุงุฑู ุฃูŽูˆู’ ุจูู‚ูŽู„ู’ุจูู‡ู ูƒูŽู…ูŽุง ู†ูŽู‚ูŽู„ูŽู‡ู ุงู„ุฑูŽู‘ุงููุนููŠูู‘ ุนูŽู†ู ุงู„ู’ุฃูŽุฆูู…ูŽู‘ุฉู ูˆูŽุงู‚ู’ุชูŽุตูŽุฑูŽ ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู.

Pada keterangan di atas, Imam Ibnu Qasim Al-Ghazi menjelaskan bahwa terdapat tiga perkara yang disunnahkan saat melakukan puasa, terutama di bulan Ramadhan. Adapun penjelasan rincinya ialah sebagaimana berikut:

1. Menyegerakan berbuka puasa

Jika orang yang berpuasa tersebut telah meyakini terbenamnya matahari. Jika ia masih ragu-ragu, maka tidak diperkenankan untuk segera berbuka. Disunnahkan juga untuk berbuka dengan kurma kering, jika tidak ada maka bisa dengan air. Menyegerakan berbuka ini juga dianjurkan oleh Nabi Muhammad SAW dalam haditsnya:

ุนูŽู†ู’ ุณูŽู‡ู’ู„ู ุจู’ู†ู ุณูŽุนู’ุฏู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู’ู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ: ู„ูŽุง ูŠูŽุฒูŽุงู„ู ุงู„ู†ูŽู‘ุงุณู ุจูุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุง ุนูŽุฌูŽู‘ู„ููˆุง ุงู’ู„ููุทู’ุฑูŽ

Artinya: Diriwayatkan dari Sahal Ibn Saโ€™ad, Rasulullah SAW, bersabda: โ€œManusia selamanya dalam kebaikan, selama ia menyegerakan berbuka puasaโ€.ย (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari dan Muslim)

2. Mengakhirkan sahur

Dengan catatan, selama tidak sampai mengalami keraguan akan masuknya waktu Subuh (terbitnya fajar). Kesunahan sahur sudah bisa didapat dengan sedikitnya makan dan minum. Serta dalam makan sahur terdapat keberkahan, sebagaimana sabda Nabi SAW:

ุนูŽู†ู’ ุงูŽู†ูŽุณู ู‚ูŽุงู„ูŽ ุฑูŽุณููˆู„ู ุงู„ู„ู‡ู ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ : ุชูŽุณูŽุญูŽู‘ุฑููˆุง ููŽุงูู†ูŽู‘ ููู‰ ุงู„ุณูู‘ุญููˆู’ุฑู ุจูŽุฑูŽูƒูŽุฉูŒ

Artinya: Dari Anas RA, Rasulullah SAW bersabda: โ€œMakan sahurlah kalian, karena sesungguhnya dalam sahur itu terkandung berkahโ€.ย (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari dan Muslim)

3. Meninggalkan ucapan kotor

Oleh karena itu orang yang berpuasa harus menjaga mulutnya dari berkata bohong, menggunjing, mengumpat, dan lain-lain. Jika ada seseorang yang mengumpat pada seseorang yang berpuasa, maka hendaknya ia mengatakan, โ€œSesungguhnya aku sedang berpuasaโ€, baik mengucapkan dengan lisan seperti yang dijelaskan Imam an-Nawawi dalam kitabย Al-Adzkar, atau dengan hati sebagaimana yang dikutip oleh Imam ar-Rafiโ€™i dari beberapa imam.

Pendapat Syekh Zainuddin Al-Malibari

Selain tiga kesunahan sebagaimana yang dijelaskan di atas, Syekh Zainuddin al-Malibari menambahkan mandi besar sebelum fajar serta menahan diri dari makanan yang syubhat sebagai kesunahan puasa.

Pendapat Syekh Zainuddin al-Malibari itu dijelaskan dalam kitabย Fathul Muโ€™in, seperti keterangan berikut ini:

ูˆูŽุณูู†ูŽู‘ ุบูุณู’ู„ูŒ ุนูŽู†ู’ ู†ูŽุญู’ูˆู ุฌูŽู†ูŽุงุจูŽุฉู ู‚ูŽุจู’ู„ูŽ ุงู„ููŽุฌู’ุฑู ู„ูุฆูŽู„ูŽู‘ุง ูŠูŽุตูู„ูŽ ุงู„ู’ู…ูŽุงุกู ุฅูู„ูŽู‰ ุจูŽุงุทูู†ู ู†ูŽุญู’ูˆู ุฃูุฐูู†ูู‡ู ุฃูŽูˆู’ ุฏูุจูุฑูู‡ู. ูˆูŽุณูู†ูŽู‘ ูƒูŽููู‘ ู†ูŽูู’ุณู ุนูŽู†ู’ ุทูŽุนูŽุงู…ู ูููŠู‡ู ุดูุจู’ู‡ูŽุฉูŒุŒ ูˆูŽุดูŽู‡ู’ูˆูŽุฉูŒ ู…ูุจูŽุงุญูŽุฉูŒุŒ ู…ูู†ู’ ู…ูŽุณู’ู…ููˆุนูุŒ ูˆูŽู…ูุจู’ุตูŽุฑูุŒ ูˆูŽู…ูŽุณูู‘ ุทููŠุจูุŒ ูˆูŽุดูŽู…ูู‘ู‡ู. ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุชูŽุนูŽุงุฑูŽุถูŽุชู’ ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุฉู ู…ูŽุณูู‘ ุงู„ุทูู‘ูŠุจู ู„ูู„ุตูŽู‘ุงุฆูู…ูุŒ ูˆูŽุฑูŽุฏูู‘ ุงู„ุทูู‘ูŠุจู: ููŽุงุฌู’ุชูู†ูŽุงุจู ุงู„ู’ู…ูŽุณูู‘ ุฃูŽูˆู’ู„ูŽู‰ุŒ ู„ูุฃูŽู†ูŽู‘ ูƒูŽุฑูŽุงู‡ูŽุชูŽู‡ู ุชูุคูŽุฏูู‘ูŠ ุฅูู„ูŽู‰ ู†ูู‚ู’ุตูŽุงู†ู ุงู„ู’ุนูุจูŽุงุฏูŽุฉู.

Artinya: Termasuk kesunnahan dalam puasa adalah mandi dari hadats besar (seperti junub) sebelum fajar agar air tidak sampai ke bagian dalam seperti telinga atau duburnya. Dan disunnahkan juga menahan diri dari makanan yang ada syubhatnya, serta dari segala bentuk keinginan yang mubah, baik itu dari sesuatu yang didengar, dilihat, menyentuh wewangian, maupun mencium baunya.

Jika terjadi pertentangan antara makruh menyentuh wewangian bagi orang yang berpuasa dan menolak wewangian tersebut, maka menghindari sentuhan lebih utama, karena makruhnya menyentuh dapat menyebabkan kekurangan dalam ibadah.

Itulah beberapa amalan sunnah yang dapat dilakukan umat Islam saat menunaikan ibadah puasa. Hal itu agar puasa yang dilaksanakan semakin berkualitas dan menjadi lebih sempurna.ย Wallahu aโ€™lam.

Keislaman, Pesantren

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

MA Diponegoro Perkuat Branding dan Sinergi, Siap Hadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan
Suasana sejuk lereng Gunung Merapi di Kopi Luwak Merapi, Turi, Sleman, menjadi s...
Tue, 7 July 2026 | 9:28
Jadi Tuan Rumah Konfercab XV PCNU Sleman, Kompleks PP Pangeran Diponegoro Sembego Mulai Bersiap
Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro Sembego, Maguwoharjo, Depok, Sleman, resmi ...
Fri, 3 July 2026 | 7:59
Menepis Manja, Memeluk Mandiri: Saat "Generasi Gadget" Mulai Mengeja Kitab di Ponpes Pangeran Diponegoro
Suara riuh rendah memenuhi aula pendaftaran Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro...
Sat, 27 June 2026 | 9:53
Modernisasi Kamar Mandi dan Diplomasi Piring di Ponpes Diponegoro: Senjakala Gayung Legendaris
Bagi sebagian orang, membayangkan pondok pesantren itu pasti tidak jauh-jauh dar...
Sat, 27 June 2026 | 9:21