62851-7979-1926
info@ponpesdiponegoro.com
๐Ÿ” Pencarian Cepat

Cari Berita & Artikel

Temukan informasi terbaru seputar pondok pesantren, santri, kegiatan, artikel, dan pengumuman resmi.

Orang Tua Wajib Ajarkan Anak Shalat Sejak Kapan?
Orang Tua Wajib Ajarkan Anak Shalat Sejak Kapan?
Tue, 4 February 2025 7:04
istock-958638434_ratio-16x9

Dalam agama Islam, orang tua berkewajiban mendidik anak tentang dasar-dasar ilmu agama, seperti memperkenalkan dasar tauhid, akhlaq, cara bersuci, membersihkan najis, shalat, supaya mereka paham dengan beberapa tugas wajib yang menantinya ketika memasuki usia baligh.

Salah satu pondasi utama yang harus diperkenalkan kepada anak adalah shalat, sebab shalat merupakan tiang agama yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Pertanyaannya, dimulai kapan mengajarkan anak untuk mengenal shalat?

Dalam salah satu hadits riwayat Tirmidzi disebutkan:

ุนูŽู„ูู‘ู…ููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ ุงุจู’ู†ูŽ ุณูŽุจู’ุนู ุณูู†ููŠู†ูŽ ุŒ ูˆูŽุงุถู’ุฑูุจููˆู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุงุจู’ู†ูŽ ุนูŽุดู’ุฑู

Artinya:ย Ajarkan anak untuk shalat di usia tujuh tahun, dan hukumlah jika meninggalkan shalat di usia sepuluh tahun. (HR. Tirmidzi)

Hadits ini dijelaskan dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi:

ู‚ูŽูˆู’ู„ูู‡ู (ุนูŽู„ูู‘ู…ููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉูŽ) ูˆูŽูููŠ ุฑููˆูŽุงูŠูŽุฉู ุฃุจูŠ ุฏุงูˆุฏ ู…ุฑูˆุง ุงู„ุตุจูŠ ุจุงู„ุตู„ุงุฉ ู‚ุงู„ ุงู„ุนู„ู‚ู…ูŠ ููŠุดูŽุฑู’ุญู ุงู„ู’ุฌูŽุงู…ูุนู ุงู„ุตูŽู‘ุบููŠุฑู ุจูุฃูŽู†ู’ ูŠูุนูŽู„ูู‘ู…ููˆู‡ูู…ู’ ู…ูŽุง ุชูŽุญู’ุชูŽุงุฌู ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู ุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ู…ูู†ู’ ุดูุฑููˆุทู ูˆูŽุฃูŽุฑู’ูƒูŽุงู†ู ูˆูŽุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุฃู’ู…ูุฑููˆู‡ูู…ู’ ุจูููุนู’ู„ูู‡ูŽุง ุจูŽุนู’ุฏูŽ ุงู„ุชูŽู‘ุนู’ู„ููŠู…ู

Artinya:ย Ajarkan anak untuk shalat maksudnya (dalam keterangan Jamiโ€™ Saghir) adalah mengajarkan mereka segala hal yang berkaitan dengan shalat, seperti syarat, rukun dan memerintahkan untuk melaksanakannya setelah mempelajarinya.ย 

Sedangkan redaksi dalam Sunan Abi Dawud ย menggunakan diksi โ€œmuruโ€ atau perintahkan:

ู‚ูŽุงู„ูŽ ุงู„ู†ูŽู‘ุจููŠูู‘ ุตูŽู„ูŽู‘ู‰ ุงู„ู„ูŽู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ู ูˆูŽุณูŽู„ูŽู‘ู…ูŽ : ู…ูุฑููˆุง ุงู„ุตูŽู‘ุจููŠูŽู‘ ุจูุงู„ุตูŽู‘ู„ูŽุงุฉู ุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุณูŽุจู’ุนูŽ ุณูู†ููŠู†ูŽ ุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุจูŽู„ูŽุบูŽ ุนูŽุดู’ุฑูŽ ุณูู†ููŠู†ูŽ ููŽุงุถู’ุฑูุจููˆู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง

Artinya:ย Nabi Muhammad bersabda, perintahkan anak untuk melaksanakan shalat saat menginjak usia tujuh tahun, dan hukumlah jika mereka meninggalkan shalat saat memasuki usia sepuluh tahun.

Dalam Syarah Abi Dawud berjudul Aunul Maโ€™bud menafsirkan redaksi di atas sebagai perintah yang dibebankan kepada orang tua untuk mengajarkan anak-anaknya shalat. Ini artinya orang tua dibebani tugas untuk mengajarkan anak-anaknya tentang segala sesuatu yang berkaitan dengan shalat di usia tujuh tahun. Sebab pintu pertama anak-anak bisa mengenal shalat adalah melalui bimbingan dan arahan orang tua.

Berkaitan dengan hal tersebut, Habib Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitab Risalatul Muawanah berkata:

ย (ูˆุนู„ูŠูƒ) ุจุญู…ู„ ูƒู„ ู…ู† ู„ูƒ ุนู„ูŠู‡ ูˆู„ุงูŠุฉ ู…ู† ูˆู„ุฏ ูˆุฒูˆุฌุฉ ูˆู…ู…ู„ูˆูƒ ุนู„ู‰ ูุนู„ ุงู„ุตู„ูˆุงุช ุงู„ู…ูƒุชูˆุจุฉ. ูุฅู† ุงู…ุชู†ุน ุฃุญุฏ ู…ู† ู‡ุคู„ุงุก ู…ู† ูุนู„ู‡ุง ูุนู„ูŠูƒ ุจูˆุนุธู‡ ูˆุชุฎูˆูŠูู‡ุŒ ูุฅู† ุชู…ุฑุฏ ุฃูˆ ุฃุตุฑ ุนู„ู‰ ุงู„ุชุฑูƒ ูุนู„ูŠูƒ ุจุถุฑุจู‡ ูˆุชุนู†ูŠูู‡ุŒ ูุฅู† ุฅู…ุชู†ุน ูˆู„ู… ูŠู†ุฒุฌุฑ ุนู† ุงู„ุชุฑูƒ ูุนู„ูŠูƒ ุจู…ู‚ุงุทุนุชู‡ ูˆู…ุฏุงุจุฑุชู‡ ูุฅู† ุชุงุฑูƒ ุงู„ุตู„ุงุฉ ุดูŠุทุงู† ุจุนูŠุฏ ุนู† ุฑุญู…ุฉ ุงู„ู„ู‡ุŒ ู…ุชุนุฑุถ ู„ุบุถุจู‡ ูˆู„ุนู†ุชู‡

Artinya:ย Wajib bagi kalian untuk memerintahkan kepada siapa saja yang berada di bawah tanggung jawab kalian; anak, istri, pelayan, dan sebagainya, agar melaksanakan shalat wajib. Apabila salah seorang dari mereka tetap enggan melaksanakannya, maka harus kalian nasihati jika perlu menakutinya. Namun apabila ia masih membangkang dan berkeras hati mengabaikan shalat, maka kalian harus memarahinya ataupun menghukumnya. Jika setelah itu ia masih tetap menolak, maka kalian diamkan dan tinggalkanlah (tidak berinteraksi) mereka, sebab orang yang meninggalkan shalat itu serupa setan yang jauh dari rahmat Allah serta menjadi sasaran murka dan kutukan Allah.ย (Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad, Risรขlatul Muโ€˜รขwanah wal Mudhรขharah wal Muwรขzarah [Dar al-Hawi, 1994], Cetakan II, hal. 102).

Memang jika mengacu kepada teks, maka untuk mengajarkan anak shalat itu standarnya di usia tujuh tahun. Akan tetapi alangkah baiknya mereka diperkenalkan sejak usia empat atau lima tahun, sebelum memasuki tahap pengajaran di usia tujuh tahun.

Harapannya mereka sudah memahami shalat sebelum usia tujuh tahun dengan metode melibatkan mereka dalam setiap shalat. Misalnya mengajak mereka shalat berjamaah. Cara ini sangat efektif agar ketika mereka telah berusia tujuh tahun sudah paham dengan segala sesuatu yang berhubungan dengan kewajiban shalat dan ketika memasuki usia sepuluh tahun mereka tidak akan meninggalkan shalat.

Jika salah seorang dari mereka tetap enggan melaksanakan shalat, maka kepala keluarga harus menasihati dengan baik dan jika perlu menakutinya. Tidak langsung menghukumnya. Nasihat itu bisa berupa penegasan tentang ketentuan hukum Islam yang mewajibkan setiap orang Islam melaksanakan shalat lima waktu.

Dengan demikian, orang tua wajib memperkenalkan anaknya sejak dini tentang tanggungjawab sebagai muslim berupa wajib shalat, tepatnya saat berusia tujuh tahun hingga sepuluh tahun. Jika mereka membangkang atau tidak patuh, maka diperbolehkan untuk memberi hukuman yang sewajarnya kepada mereka.

Keislaman, Pesantren

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

MA Diponegoro Perkuat Branding dan Sinergi, Siap Hadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan
Suasana sejuk lereng Gunung Merapi di Kopi Luwak Merapi, Turi, Sleman, menjadi s...
Tue, 7 July 2026 | 9:28
Jadi Tuan Rumah Konfercab XV PCNU Sleman, Kompleks PP Pangeran Diponegoro Sembego Mulai Bersiap
Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro Sembego, Maguwoharjo, Depok, Sleman, resmi ...
Fri, 3 July 2026 | 7:59
Menepis Manja, Memeluk Mandiri: Saat "Generasi Gadget" Mulai Mengeja Kitab di Ponpes Pangeran Diponegoro
Suara riuh rendah memenuhi aula pendaftaran Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro...
Sat, 27 June 2026 | 9:53
Modernisasi Kamar Mandi dan Diplomasi Piring di Ponpes Diponegoro: Senjakala Gayung Legendaris
Bagi sebagian orang, membayangkan pondok pesantren itu pasti tidak jauh-jauh dar...
Sat, 27 June 2026 | 9:21