
Tahun 2025 menjadi panggung lahirnya sebuah kisah besar dari seorang anak muda Sleman yang berani mencetak mimpi di benua lain. Kiandra Ramadhipa, siswa kelas X TSM 1 SMK Diponegoro Depok, menutup musim balap Eropa dengan torehan prestasi yang membuat bangga sekolah, keluarga, dan bangsa.
Nama Kiandra melesat melalui ajang European Talent Cup (ETC) 2025, kompetisi yang dikenal keras dan dipenuhi pembalap muda terbaik Eropa. Salah satu momen paling monumental adalah balapan di Catalunya. Dari posisi start ke-24, Kiandra melakukan manuver demi manuver cerdas dan stabil hingga akhirnya menyentuh garis finis sebagai pemenang. Kemenangan itu mengubah banyak hal—bukan hanya menjadi sejarah baru bagi Indonesia, tetapi juga menandai Kiandra sebagai fenomena yang sulit diabaikan.
Sepanjang musim, ia tampil berani dan konsisten. Berulang kali masuk dalam kelompok depan, menantang pembalap kuat seperti Carlos Cano, Fernando Bujosa, hingga Álvaro Lucas. Bahkan sebelum putaran final di Valencia, ia sempat menghuni posisi tiga besar klasemen keseluruhan—pencapaian langka bagi pendatang baru yang baru merasakan kerasnya kompetisi Eropa.
Akhir musim di Valencia membawa cerita dramatis. Kiandra berada di posisi empat besar ketika insiden dengan Lorenzo Pritelli membuatnya terjatuh dua lap menjelang finis. Meskipun gagal menyelesaikan balapan, ia tetap menutup musim di peringkat kelima klasemen ETC dengan total 129 poin, suatu capaian yang hanya dapat diraih pembalap bertalenta luar biasa.
Tak berhenti di ETC, Kiandra juga mencuri perhatian di RedBull Rookies Cup (RBRC) 2025 yang digelar di Jerman. Di sana ia kembali menunjukkan kemampuan comeback mengesankan, berangkat dari posisi 24 dan berakhir sebagai juara. Musim RBRC ditutup dengan total 102 poin dan posisi kedelapan klasemen, semakin memantapkan reputasinya sebagai calon pembalap Moto3 masa depan.
Ringkasan Performa Kiandra Ramadhipa – ETC 2025
Estoril, Portugal
-
Race 1: P3
-
Race 2: DNF
Podium pembuka musim.
Jerez, Spanyol
-
Race 1: P7
-
Race 2: P6
Konsisten bersaing di barisan tengah–depan.
Magny-Cours, Prancis
-
Race 1: P1
-
Race 2: P4
Kemenangan perdana Kiandra di Eropa.
Aragón, Spanyol
-
P6
Stabil di grup depan.
Misano, Italia
-
Race 1: P5
-
Race 2: P6
Menambah poin penting.
Catalunya, Spanyol
-
P1 — start P24
Kemenangan paling ikonik musim ini.
Valencia, Spanyol (Final)
-
DNF — crash menjelang finis
Pertarungan podium yang berakhir dramatis.
Klasemen Akhir ETC 2025: Peringkat 5 — 129 poin
Hasil RBRC 2025
-
Sachsenring, Jerman — Race 1: P2
Klasemen RBRC 2025: Peringkat 8 — 102 poin
Sambutan Hangat di Tanah Air
Setelah menutup musim 2025, Kiandra kembali ke Indonesia dan menerima sambutan hangat dari komunitas SMK Diponegoro Depok. Kepala Sekolah, Bapak Moh Afifi SThI, bersama Waka Kesiswaan Ibu Nur Hanifa SPd, serta tim media sekolah menyampaikan apresiasi langsung atas perjuangan Kiandra di kancah internasional.
Acara kecil namun penuh makna tersebut menegaskan bahwa sekolah tidak hanya hadir sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai rumah yang akan selalu mendukung mimpi dan perjalanan para siswanya.
Musim yang Mengajarkan Banyak Hal
Kisah Kiandra adalah kisah tentang keberanian mengambil langkah besar, tentang ketekunan berlatih, dan tentang bagaimana seorang anak muda Indonesia mampu berdiri tegak di antara para talenta dunia. Walau musim berakhir dengan insiden, prestasinya tetap bersinar. Posisi lima besar ETC dan kemenangan dramatis di RBRC Jerman membuktikan bahwa ia adalah pembalap yang matang jauh melebihi usianya.
SMK Diponegoro Depok menyampaikan rasa bangga dan doa terbaik untuk langkah Kiandra selanjutnya. Perjalanannya menjadi bukti bahwa mimpi tidak mengenal batas asal seseorang—yang penting adalah kemauan untuk berlatih, berproses, dan berjuang. (rdp)
Selamat datang kembali, Kiandra Ramadhipa.
Tetap melaju. Tetap rendah hati. Terus menginspirasi Indonesia.