Bulan Sya’ban Bulan bagi Para Pembaca Al-Qur’an
Bulan Sya’ban Bulan bagi Para Pembaca Al-Qur'an
Thu, 6 February 2025 6:09
al-quran-nu-online_1738627826

Membaca Al-Quran atau tadarus Al-Quran merupakan salah satu amal ibadah yang sangat dianjurkan, terlebih bertepatan dengan waktu yang mulia, salah satunya bulan Sya’ban. Mengapa bulan Sya’ban dianjurkan untuk menjaga amalan tadarus Al-Quran?

Imam Ibnu Rajab mengatakan melalui jalur sanad daif:

عن أنس رضي الله عنه قال: كان المسلمون إذا دخل شعبان انكبوا على المصاحف فقرأوها وأخرجوا زكاة أموالهم تقوية للضعيف والمسكين على صيام رمضان

Artinya: Kami meriwayatkan dari Anas yang mengatakan bahwa ketika masuk bulan Sya‘ban umat Islam menunduk membaca mushaf Al-Quran. Mereka menyibukkan diri dengan tadarus dan bersedekah harta untuk membantu kelompok dhuafa dan orang-orang miskin dalam menyongsong bulan Ramadhan,” (Lihat Sayyid Muhammad bin Alwi bin Abbas Al-Maliki, Ma Dza fi Sya‘ban?, cetakan pertama, 1424 H, halaman 44)

Mengingat bulan Syaban adalah bulan mulia, maka sudah sepatutnya umat Islam meningkatkan amal ibadah berupa membaca Al-Quran, sebab Rasulullah menegaskan bahwa membaca Al-Quran adalah ibadah paling mulia:

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَفْضَلُ عِبَادَةِ أُمَّتِي قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ

Artinya: Rasulullah bersabda, sebaik-baik ibadah umatku adalah membaca Al-Quran (HR. Al-Baihaqi).

Redaksi hadis di atas menunjukkan betapa agung amalan membaca Al-Quran, apalagi dalam riwayat lain Rasulullah bersabda:

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ ألم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

Artinya: Rasulullah bersabda, siapa saja membaca Al-Quran satu huruf maka ia mendapat satu kebaikan, dan dari satu kebaikan mendapatkan sepuluh kali lipatnya, maksudnya bukan dengan mengucapkan alif lam mim mendapat satu kebaikan, melainkan dengan membaca alif satu huruf, lam satu huruf dan mim satu huruf  (HR. Tirmidzi)

Dari keterangan Ibnu Rajab dan sabda Rasulullah di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa Sya’ban adalah bulan yang tepat untuk memperbanyak membaca Al-Quran, sebab bulan Sya’ban menjadi tempat untuk merawat amal ibadah yang sebelumnya telah dilakukan di bulan Rajab. Apalagi setelah bulan Sya’ban umat Islam berjumpa dengan bulan Ramadan.

Walhasil, merujuk pernyataan Sayyid Bakri bin Muhammad Syatha Ad-Dimyathi dalam kitab Kifayatul Atqiya wa Minhajul Ashfiya:

 تِلاَوَةُ القُرآنِ العَظِيْمِ مِنْ أفضَلِ العِبادَاتِ وأعْظَمِ القُرُباتِ وأجَلِّ الطاعاتِ وَفيْهَا أجْرٌ عَظِيمٌ وثَوَابٌ كَرِيْمٌ

Artinya: Membaca Al-Qur’an termasuk amal ibadah terbaik dan sebaik-baiknya upaya untuk mendekatkan diri kepada Allah dan ketaatan, di dalamnya terdapat pahala besar.

Pesantren, Keislaman

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

Drama Minta “Boyong”: Saat Anak Merengek Berhenti Mondok, Orang Tua Harus Apa?
Bagi orang tua santri, tak ada momen yang lebih meruntuhkan pertahanan hati sela...
Tue, 5 May 2026 | 7:35
Malam Muhadhoroh Tidak Semenakutkan Itu: Catatan untuk Santri yang Sedang Keringat Dingin
Bagi sebagian besar santri, malam jadwal muhadhoroh (latihan pidato) adalah mala...
Tue, 5 May 2026 | 7:24
Awas Jebakan Bukber: Sibuk Sunnah, Lupa Wajib!
Memasuki pekan kedua dan ketiga bulan Ramadhan, biasanya grup-grup WhatsApp mula...
Sun, 1 March 2026 | 8:28
Di Balik Sepiring Menu Bergizi: Cerita "Surat Cinta" hingga Perjuangan Menakar Selera
Ada sisi lain yang menghangatkan suasana di ruang meeting SPPG Diponegoro pada S...
Tue, 20 January 2026 | 8:40