62851-7979-1926
info@ponpesdiponegoro.com
🔍 Pencarian Cepat

Cari Berita & Artikel

Temukan informasi terbaru seputar pondok pesantren, santri, kegiatan, artikel, dan pengumuman resmi.

Gegap Gempita Santri Baru; MATAS 2025 Resmi Dibuka, Tita Ngemsi – Kyai Ngisi!
Gegap Gempita Santri Baru; MATAS 2025 Resmi Dibuka, Tita Ngemsi - Kyai Ngisi!
Thu, 10 July 2025 8:39
Biru dan Kuning Modern Kegiatan Sekolah YouTube Thumbnail (3) (1)

Kanal Santri, Yogyakarta – Suasana aula Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro mendadak riuh penuh semangat. Bukan karena rebutan jatah makan siang, tapi karena santri baru dari berbagai penjuru nusantara berkumpul dalam satu agenda akbar: Masa Ta’aruf Santri (MATAS) 2025 yang resmi dibuka pada Rabu, 9 Juli 2025.

Acara yang dikemas dengan gaya santri yang asyik tapi tetap berakhlak ini dipandu oleh pembawa acara paling enerjik dan nyentrik: Tita, santri senior yang dikenal luwes dan lincah, membuat suasana cair sejak awal acara. Santri baru pun tak bisa menahan senyum, sebagian malah sudah mulai curi-curi kenalan.

Dalam sambutannya, perwakilan panitia, Said Alkhudry, menyampaikan bahwa MATAS bukan sekadar orientasi, tapi adalah fase awal membentuk karakter santri militan yang siap mondok, ngaji, dan ngabdi. “MATAS ini bukan cuma ta’aruf nama, tapi ta’aruf nilai-nilai pondok,” ujarnya dengan gaya khas ala santri debat.

Hadir pula jajaran penting dari Yayasan Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro, di antaranya KH. Saliman SAg, Drs H Jambari, serta pimpinan lembaga formal seperti SMK dan MA. Tak ketinggalan, Kepala SMK Diponegoro, Moh. Afifi SThI, menyapa santri baru dengan sambutan yang cukup menyentil. “Memilih lembaga pendidikan itu bukan kayak milih mie instan. Harus mikir masa depan dan akhlak. Maka, selamat datang di lembaga yang insyaAllah amanah!” katanya disambut tepuk tangan para wali dan santri.

Acara ini pun makin khidmat saat memasuki sesi Mauidhoh Hasanah oleh Pengasuh Pondok, KH M Syakir Ali MSi dalam petuahnya, beliau menegaskan bahwa santri adalah generasi terpilih yang disiapkan bukan hanya untuk pintar, tapi juga untuk menjadi lentera umat. “Kalau bukan santri, siapa lagi yang akan membawa cahaya di zaman gelap ini?” serunya yang langsung membuat para santri baru terdiam merenung.

MATAS 2025 masih akan berlangsung hingga 13 Juli, dengan rangkaian kegiatan seperti pembinaan, mujahadah, muhasabah, hingga outbound. Para santri baru tampak antusias dan siap memulai petualangan spiritual dan intelektualnya di Pondok Pesantren Pangeran Diponegoro.

Dan ingat, seperti kata Tita si MC, “Kalau sudah MATAS, jangan lemas. Karena hidup santri, harus semangat dan ikhlas!” (rdp)

Pesantren

Komentar

Tidak ada komentar

Tulis Komentar

Artikel Lainnya

Idul Adha di Tengah Krisis Iklim: Menggagas Etika "Green Qurban" Kontemporer
Hari Raya Idul Adha selalu identik dengan gema takbir, kerumunan hewan ternak, d...
Tue, 26 May 2026 | 6:52
Drama Minta “Boyong”: Saat Anak Merengek Berhenti Mondok, Orang Tua Harus Apa?
Bagi orang tua santri, tak ada momen yang lebih meruntuhkan pertahanan hati sela...
Tue, 5 May 2026 | 7:35
Malam Muhadhoroh Tidak Semenakutkan Itu: Catatan untuk Santri yang Sedang Keringat Dingin
Bagi sebagian besar santri, malam jadwal muhadhoroh (latihan pidato) adalah mala...
Tue, 5 May 2026 | 7:24
Awas Jebakan Bukber: Sibuk Sunnah, Lupa Wajib!
Memasuki pekan kedua dan ketiga bulan Ramadhan, biasanya grup-grup WhatsApp mula...
Sun, 1 March 2026 | 8:28